![]() |
| Dokumentasi Pribadi |
Ketika debu-debu beterbangan,
kau tidak melihat namamu
di antara piala-piala itu?
Milik siapakah?
Tapi kau merapal doa
pada malam sebelumnya
untuk mengebaskan debu
pada piala-piala itu.
Apakah mati raga atau silih dosa,
kau lupa namanya.
Ini seperti denda
atas kenyamananmu yang tak bekerja.
Segala sesuatu yang ada di rumah
adalah milikmu jua.
Kau bernama penyangkalan diri
sebab kau tidak diwajibkan
memiliki.
Bahkan yang memiliki piala-piala
sudah belajar melepaskan.
Tidakkah kau ikut juga?

Komentar
Posting Komentar