Raven terbangun dan ketika ia melihat waktu di layar hpnya, ternyata baru pukul 02.00. Ia terkapar setelah tak sanggup menyelesaikan doa malamnya akibat kantuk yang teramat berat. Tapi ia malah terbangun empat jam setelahnya. Tentu saja ia kesal karena sebagaimana biasanya, jika ia terbangun dini hari seperti itu maka ia akan kesulitan untuk tidur kembali. Alhasil, ia tidak mendapat tidur yang cukup.
Ia menjelajahi media sosial, berharap bisa cepat tidur kembali setelah matanya lelah. Berita sepak bola, politik, kriminal, maupun percintaan malah makin menyegarkan matanya. Raven jadi keasyikan menatap layar hp pintarnya dan tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 03.07. Ia jadi lumayan stres karena hampir pagi dan ia baru tidur 4 jam.
Sedang stres tidak bisa tidur, Raven mendengar suara di dapur. Ia bangun dan pergi ke dapur dan melihat siluet ibunya sedang minum. Ia menyalakan lampu dan ibunya terkejut. Sekonyong-konyong ibunya menyiram air dari gelas yang dipegangnya ke arah Raven. Raven terkejut karena air itu sangat dingin. Ia terbangun dan waktu menunjukkan pukul 06.15. Bajunya kering. Ibunya sudah meninggalkan rumah tiga tahun lalu.

Komentar
Posting Komentar