Ikut Ibadah Jumat Agung Harus Berani Menderita : Pastor Anton yang Menyangkal Diri dan Memikul Salib
Mata saya terpaku pada Pastor yang memimpin ibadah Jumat Agung tadi. Selama saya mengikuti ibadah Jumat Agung sebagai seorang Katolik, baru kali itu saya melihat seorang Imam yang berdiri sepanjang Passio. Kalau kamu mau belajar menyangkal diri dan memikul salib, mari belajar dari Yesus bersama Pastor itu.
Apa itu Passio?
Passio sendiri merupakan bagian dari ibadah Jumat Agung, di mana dalam momen ini kisah sengsara dan wafat Yesus dibawakan—Pada Misa Minggu Palma, passio dibacakan dan pada Ibadah Jumat Agung, passio dinyanyikan. Passio ini dimulai dari penangkapan Yesus di taman Getsemani sampai pemakaman-Nya.
Biasanya ada 3 orang yang membawakan passio tersebut. Satu sebagai narator, satu sebagai Yesus, dan satunya lagi sebagai tokoh lain dalam kisah sengsara itu, seperti jadi Pilatus dan salah seorang yang mengenali Petrus sebagai murid Yesus, di mana Petrus menyangkal Yesus. Lalu untuk bagian-bagian "orang banyak" diambil alih oleh koor.
Bisa dibayangkan passio merupakan bagian panjang dalam ibadah Jumat Agung. Tidak jarang umat ngeluh, ngantuk, dan merasa bosan pada bagian itu. Tapi Jumat Agung tanpa passio malah tidak ada rasanya.
Pastor yang Menyangkal Diri dan Memikul Salib seperti Yesus
Pastor yang memimpin ibadah Jumat Agung itu memperkenalkan diri sebagai Pastor Anton. Dia seorang imam diosesan dari Keuskupan Atambua. Saat ini dia bertugas menjadi dosen di Universitas Widya Mandira Kupang.
Dia menarik perhatian saya pada ibadah Jumat Agung tadi, karena dia sanggup berdiri sepanjang passio. Bagi saya itu luar biasa. Soalnya selama saya ikut ibadah Jumat Agung sebagai orang Katolik, baru kali itu saya melihat Pastor yang demikian.
Para misdinar—yang biasanya hanya boleh duduk kalau Pastor sudah duduk—pada akhirnya menyerah dan membiarkan Pastor berdiri sendiri. Hehehe...
Passio termasuk bacaan Injil. Tapi ada yang istimewa dari passio. Kalau dalam bacaan Injil biasa umat harus berdiri, nah dalam passio umat dan para petugas liturgi, termasuk Pastor, boleh duduk. Hanya mereka yang membawakan passio yang berdiri.
Tindakan kecil yang dilakukan Pastor Anton merupakan bentuk penghormatannya kepada Kisah Sengsara dan Wafat Yesus. Pastor Anton melakukan apa yang Yesus katakan pada Mat 16:24, “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.”
Dia sungguh menghayati Yesus yang menderita-sengsara dan wafat di salib. Dengan tindakan nyata seperti itu, rasanya memalukan apabila saya sebagai umat mengeluh bosan dan ngantuk selama passio berlangsung.

Komentar
Posting Komentar