Pengalaman Menjadi Petugas Tata Tertib di Malam Paskah : Sebuah Rahmat Kebangkitan

Petugas Tata Tertib St. Markus



Menjadi petugas tata tertib dalam Misa Hari Raya memang cukup melelahkan. Tapi itu juga sebuah pelayanan yang sangat mungkin diemban oleh tiap umat Katolik.

Lingkungan St. Markus, di mana saya termasuk di dalamnya mendapat tugas tatib pada Misa Malam Paskah kemarin. Kami mendapat tugas di misa pertama, pukul 17.00.

Inilah hal-hal yang saya alami dalam tugas tatib kemarin:

Datang Lebih Awal

Tentu saja sebagai salah satu petugas liturgi, saya harus datang lebih awal—sebisa mungkin 1 jam sebelum misa. Sebenarnya ini hal paling umum yang bukan hanya dilakukan para petugas liturgi, tapi umat lainnya juga pada hari raya. Banyak umat yang memilih datang lebih awal supaya kebagian tempat di dalam gereja, kalau bisa di bangku paling depan.

Saya dan bapak berangkat dari rumah sekitar pukul 16.00 dan cukup kaget karena beberapa umat St. Markus sudah pada posisi untuk menyambut dan mengarahkan umat ke bangku-bangku yang tersedia. Maka saya pun segera mengambil posisi di bagian tengah agak ke belakang.


Tampil Cukup Percaya Diri

Selama ini pada tugas tatib misa hari Minggu biasa, saya sering menghindar. Tapi untuk tugas tatib di hari raya, saya tidak bisa menghindar sama sekali karena semua umat lingkungan lebih dituntut untuk terlibat-—mengingat akan lebih banyak umat yang hadir pada hari raya.

Saya tidak menyangka pada tugas kemarin, saya bisa sepercaya diri itu. Mulai dari menyapa umat yang datang, mengarahkan umat ke bangku-bangku yang tersedia, mengantarkan persembahan, dan mendampingi pembagian komuni.

Saya merasa lebih berwibawa. Barangkali ada cewek yang tertarik melihat saya lalu lalang di dalam gereja. Hahaha....


Merasa Sangat Lelah 

Karena kepercayaan diri tadi, tanpa sadar saya tampak begitu aktif. Di penghujung misa baru terasa lelah. Saya pikir itu juga karena kurang tidur siang. Tapi kan, tidur siang cukup 1 jam saja?


Menjalankan Tugas Sampai Tuntas

Apakah tugas kami berakhir setelah misa selesai? Siapa bilang? Setelah misa kami masih harus menghitung uang kolekte.

Sebenarnya saya bisa saja pulang duluan. Tapi pada Malam Paskah itu, Tuhan mengaruniakan saya sikap solider sehingga saya tidak membiarkan umat lingkungan saya menghitung uang yang banyak itu sendiri.

Saya pun terlibat dalam menghitung uang yang mana mayoritasnya ibu-ibu. 



Meski melelahkan, saya sangat puas karena bisa terlibat dalam tugas tata tertib pada Misa Malam Paskah kemarin. Kemauan untuk terlibat dalam tugas itu seperti sebuah rahmat kebangkitan yang Yesus berikan kepada saya.

Selamat Paskah buat kita semua yang merayakan. Semoga kebangkitan Kristus membangkitkan kita selalu tiap kita jatuh terpuruk.

Komentar